“Tetap Teguh Pada Keyakinan’’

 “Tetap Teguh Pada Keyakinan’’

(Daniel 3 : 1-30)

…bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. (ay.18)

 

Perintah raja sama seperti perintah dewa. Tidak boleh ada yang menentang atau menolaknya sehingga raja perintah raja harus dilaksanakan. Bagi yang melanggar pasti dihukum. Raja Nebukadnezar yang berkuasa di Babel, memerintahkan kepada seluruh orang dari seluruh bangsa, suku bangsa dan bahasa semua yang dianggap perwakilan dari kerajaan: jika mendengar sangkakala seruling, kecapi, rebab, gembus, serdam dan bebrbagai jenis bunyi-bunyian, harus sujud menyembah patung emas yang dibangun raja. Bagi yang tidak mematuhi akan dihukum dalam perapian yang menyala-nyala (ay.4-6).

Perintah dan hukuman menjadi pergumulan bagi siapapun yang tidak sejalan dengan perintah tersebut. Apalagi jika berkaitan dengan keyakinan. Orang dipaksa untuk mengingkari iman yang diyakini. Sebagaimana Sadrakh, Mesakh, Abednego menolak untuk menyembah patung emas yang didirikan Nebukadnezar. Akibatnya mereka dicampakkan dalam perapian yang menyala-nyala. Nyala api pembakaran ditingkatkan menjadi 7x lebih panas, ini seakan menunjukkan tingkat kemarahan raja. Walau akhirnya mereka tidak mengalami luka sedikitpun bahkan rambut di kepala tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaran pun tidak ada pada mereka (ay.27)

Tawaran untuk meninggalkan iman demi memperoleh kepuasan yang sifatnya duniawi pasti sering kita alami. Tawaran yang menjanjikan dan menyenangkan. Namun pertanyaannya adalah apakah semuanya itu memberikan kedamaian abadi. Kesenangan sesaat tidaklah berarti dibandingkan dengan kedamaian abadi dalam iman dan keyakinan yang teguh. Kita belajar dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego, pertama, harus tetap teguh pada iman dan keyakinan dalam menghadapi setiap masalah. Tidak boleh lari dari kenyataan. Kedua, setiap persoalan yang dihadapi yakinlah bahwa Tuhan akan menyelesaikan masalah kita seturut dengan waktu, kehendak dan cara-Nya. Tuhan mengetahui cara dan waktu yang tepat menyelesaikan persoalan kita asal kita menyerahkan sepenuh kepada-Nya dan jangan pernah menyangkal.